Home | Masuk? Sign In | Daftar? Sign Up | Keluar

Profil SMP Negeri 1 Ngajum

SMP Negeri 1 Ngajum , Alamat Jl. Jatisari 33 Telp.0341-397508 e-mail : ngajumsmpn001@gmail.com, web: www.smpn1ngajum.sch.id"

Minggu, 08 Mei 2011

Surprise di Lobi Hotel Lantai 2 GTS.

Minggu, 08 Mei 2011
Waktu menunjukkan pukul 20.30 WITA,  sesudah mandi peserta tour melaksanakan makan malam di ruang makan hotel. Saat panitia berkumpul ada bisik-bisik yang isinya ada siswa yang keluar. Karena  ruangan tidak begitu luas, disepakati semua siswa perempuan yang berada di satu gedung dikumpulkan. Pak Hari dan pak Solikan melaksanakan pengecekan peserta perempuan. Masing-masing kamar dipanggili satu-persatu dengan dibantu ketua kamar. Pada saat pengecekan, ada 6 siswa yang terlambat, dan dibentak oleh Pak Poenk. Mereka disuruh cepat berbaur dengan teman-temannya. Tak ayal siswa tersebut terkena semprot oleh B.Nonok, Pak Hari dan P. Solikan.

"Saya ingin tahu, tadi saya dengar dari Bu Sri kalau ada yang bilang memojokkan saya" P. Hari mengawali perkataannya 
"Saya dituduh oelh salah satu siswa kalau saya telah berbuat tidak senonoh", lanjut P. Hari.
" Saya tidak akan menunjuk, saya hanya ingin ada yang mengaku, siapa yang telah mengatakan. Coba angkat tangan." P. Hari melanjutkan perkataan dengan kalimat datar menahan amarah.
Siswa saling berpandangan, mereka tidak ada yang mengaku. 
" Ayo cepat, siapa yang telah mengumbar cerita tersebut", suara P. Solikan yang memang sudah keras, terdengar semakin menggelegar.
" Cepet, sopo sing omong" Bu Nonok menimpali. Namun anak-anak masih belum ada yang mengaku. Mereka memandang kepada P. hari, P. Solikan dan B. Nonok yang berada di tengah-tengah setengah lingkaran siswa.

" Pak Poenk, jangan difoto pak!" bentak Pak Hari kepada Pak Poenk yang mengabadikan kondisi tersebut.
" Siap." jawab Pak Poenk sambil membalikkan badan. Padahal saat itu handycam milik TL merekam kejadian tersebut sejak awal.

" Semua duduk, gak usah alas gak papa ", bentak Pak Solikan. Perintah itu langsung dituruti siswa. Semua duduk di lantai tanpa alas. Terlihat mulai banyak anak yang menunduk. 
" Kalau masih tidak ada yang mengaku, malam ini saya akan pulang sendiri," kata P Hari dengan intonasi mulai naik. Anak-anak mulai terpancing emosinya. Beberapa siswa matanya mulai memerah. 
" Gak usah menangis " bentak P. Poenk dari arah belakang. Anak-anakpun kaget. 
" Bu Sri, silahkan ke depan Bu, tolong tunjukkan anak yang tadi bilang pada ibu." lanjut P. Hari. Bu Sri pun maju mendekat ke P. hari dan Pak Solikan. Namun Bu Sri diam tak membuka suara. 
" Kalau gak salah inisialnya J, P. Hari" celetuk Pak Poenk.
" Karena gak mau mengaku, tunjuk saja pak P. Hari," lanjut P. Poenk.
" Baik, karena gak ada yang mengaku. Saya akan tunjuk anaknya. Saya sebenarnya ngeman, karena masih tetangga sendiri. Tapi gimana lagi..Ini anaknya di depanku. Jumik...ke sini mendekat" perintah P. hari.
Jumik lebih mendekat, kebetulan dibelakangnya ada tembok pembatas lantai 2. Jumik bersandar di pagar itu.
"Jumik, benerkan kamu yang telah menuduh Pak Hari?" Jumik menggeleng tak mengerti, ia meresa tidak pernah mengucapkan perkataan seperti yang dituduhkan.

Beberapa kali Jumik disuruh mengaku oleh Pak Hari, Pak Solikan, Bu Nonok dan Bu Sri. Namun dia tidak mengaku.
" Jumik maneh... Jumik maneh " ujar Bu Sita yang sejak tadi mengawasi dari belakang.

Karena Jumik tidak mengaku, Pak Hari pamit kepada anak-anak untuk pulang lebih dulu. Namun oleh Pak Solikan dicegah. Pak Hari meronta-ronta karena dipegangi oleh Pak Solikan. Dan terjadilah perkelaian antara Pak Hari dan Pak Solikan. 

" Kalau Pak Hari dan Pak Solikan berkelai terus, saya mau pulang saja  ", kata Pak Poenk sambil beranjak meninggalkan mereka semua.

Sementara Pak Hari terus meronta, Pak Hari menangis keras-keras di pundak Pak Solikan. Melihat kejadian tersebut hampir semua siswa yang ada di situ ikut menangis. Tak ketinggalan ibu-ibu pendamping yang berada di belakang siswa ikut menangis. 

Di saat semua siswa menunduk menitikkan air mata, Pak Poenk menuju ke tengah-tengah siswa dengan membawa kue tart. sambil bernyanyi
"  Panjang umurnya..panjang umurnya.. panjang umurnya serta mulia.. serta mulia.,. serta mulia."
Jumik langsung lemas, dia menangis keras-keras. Ia menangis sambil jongkok. Bu Sri merangkul Jumik juga sambil menangis.  Semua siswa menyanyikan lagu selamat ulang tahun ".

Inilah surprise yang telah dibuat oleh panitia karena ada peserta yang sedang berulang tahun meskipun ulang tahunnya tanggal 8 Mei  besok. 

Kue tart yang berjumlah 2 dan disediakan oleh Kaisar Tour Travel ini yang satunya diberikan kepada Ibu Sri Setiyowati atas segala pengabdiannya menjdi seorang pendidik. Bu Sri ini adalah peserta wisata tertua pada acara " Menggali Wisata Bali 2011 SMP Negeri 1 Ngajum "

Semoga acara pemberian surprise saat ulang tahun ini bisa diingat dan dikenang oleh Jumik seumur hidupnya. Begitu juga pada seluruh siswa dan pendamping yang terlibat.

"

0 komentar:

Arsip Blog :