Home | Masuk? Sign In | Daftar? Sign Up | Keluar

PPDB 2016-2017

PPDB Online SMPN 1 Ngajum , Silahkan semua lulusan SD Sederajat untuk segera mendaftarkan diri berapapun nilai Nun kamu, tidak ada batasan dan bisa ngecek sendiri peringkat pendaftaran. Ditutup pada hari Jumat jam 10.30 WIB, tinggal 2 hari... Ayo segera semoga segera kamu bisa diterima di sekolah ini"

Selasa, 17 Mei 2011

Istana Presiden Tampak Siring di Bali

Selasa, 17 Mei 2011
InfoKepanjen.com - Istana Tampak Siring adalah salah satu Istana Presiden yang ada di Pulau Dewata.
Istana ini dikelola oleh Sekretariat Negara. Sehingga, segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan maupun pengunjung wisata lokal maupun Mancanegara jika ingin berkunjung ke Istana ini harus mengirimkan permohonan ijin ke pihak pengelola di Bali yang selanjutnya akan diteruskan ke Setneg di Jakarta. Jika sudah mendapat ijin baru pengunjung diijinkan untuk berkunjung. Di sini nanti pengunjung akan dipandu oleh petugas yang telah dipersiapkan oleh petugas.

SMP Negeri 1 Ngajum, saat wisata "Menggali Budaya Bali" pada tanggal 4-7 Mei 2011 lalu berkesempatan untuk mengunjungi Istana ini. Dengan berkunjung ke sini, secara otomatis SMP Negeri 1 Ngajum telah menjadi tamu presiden meskipun tidak bertemu secara langsung.

Ada beberapa aturan untuk berkunjung ke sini, al :
1)Mendapat ijin dari pengelola (Setneg) .2).Berpakaian sopan dan rapi, 3) Bersepatu, 4) Bercelana panjang. dan beberapa aturan yang lain.
Dengan mengikuti aturan tersebut  para tamu telah menghormati keberadaan Presiden RI sebagai pemilik Istana ini. Jika ada pengunjung yang tidak mematuhi ketentuan, pihak pengelola akan melarang pengunjung tersebut memasuki lokasi Istana.

Sejarah Istana Tampak Siring.

Nama Tampaksiring diambil dari dua buah kata bahasa Bali, yaitu tampak (yang bermakna 'telapak ') dan siring (yang bermakna 'miring'). Menurut sebuah legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas telapak kaki seorang Raja yang bernama Mayadenawa. Raja ini pandai dan sakti, tetapi bersifat angkara murka. Ia menganggap dirinya dewa serta menyuruh rakyatnya menyembahnya. Sebagai akibat dari tabiat Mayadenawa itu, Batara Indra marah dan mengirimkan balatentaranya untuk menghacurkannya. Namun, Mayadenawa berlari masuk hutan. Agar para pengejarnya kehilangan jejak, ia berjalan dengan memiringkan telapak kakinya. Dengan begitu ia berharap agar para pengejarnya tidak mengenali bahwa jejak yang ditinggalkannya itu adalah jejak manusia, yaitu jejak Mayadenawa.

Usaha Mayadenawa gagal. Akhirnya ia ditangkap oleh para pengejarnya. Namun, sebelum itu, dengan sisa-sisa kesaktiannya ia berhasil menciptakan mata air beracun yang menyebabkan banyak kematian bagi para pengejarnya setelah mereka meminum air dari mata air ciptannya itu. Batara Indra pun menciptakan mata air yang lain sebagai penawar air beracun tersebut. Air Penawar racun itu diberi nama Tirta Empul (yang bermakna 'airsuci'). Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa denagn berjalan di atas kakinya yang dimiringkan itulah wilayah ini dikenal dengan nama Tampaksiring.

Menurut riwayatnya, di salah satu sudut kawasan Istana Tampaksiring, menghadap kolam Tirta Empul di kaki bukit, dulu pernah ada bangunan peristirahatan milik Kerajaan Gianyar. Di atas lahan itulah sekarang berdiri Wisma Merdeka , yaitu bagian dari Istana Tampaksiring yang pertama kali dibangun.
Istana Kepresidenan Tampaksiring berdiri atas prakarsa Presiden I Republik Indonesia, Soekarno, sehingga dapat dikatakan Istana Kepresidenan Tampaksiring merupakan satu-satunya istana yang dibangun pada masa pemerintahan Indonesia.

Beberapa Wisma yang ada di Istana Tampak Siring
 
Pada Wisma Merdeka, pengunjung dapat melihat Ruang Tidur I dan Ruang Tidur II Presiden, Ruang Tidur Keluarga, Ruang Tamu, Serta Ruang Kerja yang ditata dengan indah. Sedangkan Wisma Negara merupakan bangunan yang digunakan untuk menjamu tamu negara. Di antara Wisma Merdeka dan Wisma Negara terdapat celah dengan kedalaman kira-kira 15 meter. Maka diantara kedua wisma tersebut dibangun sebuah jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 1,5 meter. Jembatan tersebut dikenal daengan nama Jembatan Persahabatan. Wisma Yudhistira merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat menginap bagi rombongan kepresidenan ataupun para tamu negara. Sedangkan Wisma Bima digunakan sebagai tempat peristirahatan pengawal presiden ataupun pengawal tamu negara. 
 
Secara lengkap tentang Istana ini bisa dibaca di www.kabarkongo.com

0 komentar:

Arsip Blog :