Home | Masuk? Sign In | Daftar? Sign Up | Keluar

PPDB 2016-2017

PPDB Online SMPN 1 Ngajum , Silahkan semua lulusan SD Sederajat untuk segera mendaftarkan diri berapapun nilai Nun kamu, tidak ada batasan dan bisa ngecek sendiri peringkat pendaftaran. Ditutup pada hari Jumat jam 10.30 WIB, tinggal 2 hari... Ayo segera semoga segera kamu bisa diterima di sekolah ini"

Selasa, 15 Juni 2010

MONITORING SSN ITJEN DEPDIKNAS

Selasa, 15 Juni 2010
Kegiatan SSN di SMP Negeri 1 Ngajum, sudah memasuki tahun ke dua. Dana blockgrand yang dikucurkan pada tahun kedua ini adalah 70 jt. Dana yang diperoleh ini diharapkan dapat meningkatkan  8 Standart. Pendidikan yaitu :
1. Standart Kompetensi Lulusan
2. Standart Isi
3. Standart Proses
4. Standart tenaga pendidik dan kependidikan
5. Standart Sarana Prasarana
6. Standart  Managemen / Pengelolaan
7. Standart Pembiayaan
8. Standart Penilaian

Kegiatan auditor yang dilakukan ini adalah termasuk gelombang ke dua dari kegiatan monitoring bagi sekolah-sekolah SSN di Kabupaten Malang. Tim monitoring yang diterjunkan di kabupaten Malang berjumlah 3 Tim, masing-masing tim terdiri dari 2 orang. yang melaksanakan audit adalah Drs. Herry Priadi dan Drs. Bambang Subyantoro. Beliau adalah Auditor Depdiknas Senayan Jakarta.
Hal yang paling disoroti pada monitoring ini adalah penggunaan dana blockgrand SSN. dan kegiatan KBM.
Dari 2 orang anggota Tim ini, beliau membagi tugas. Pak Bambang bertugas memonitoring penggunaan dana , KBM dan Administrasi, sedangkan Pak Hery berkeliling melihat ruang dan bangunan yang dimiliki oleh sekolah.
Masalah dana blockgrand.
Pada dasarnya, semua sekolah SSN telah berusaha untuk menggunakan dana yang dikucurkan dengan semaksimal mungkin. Mestinya  penggunaannya dana ini harus sesuai dengan RAPBS yang ada dalam RKAS yang telah dibuat pada saat Penjab dan Kepala Sekolah mengikuti workshop. Hanya saja dengan dana 70 jt   alokasi dana harus sudah mencakup semua standart. Inipun sudah buat pedoman penggunaannya. Contohnya  untuk Standart SKL yang sangat erat dengan kegiatan peningkatan prestasi akademik dan non akademik siswa diberikan alokasi dana yang sangat kecil. Padahal kebutuhan dana di sini boleh dikatakan besar. Sehingga kebutuhan dana yang dipergunakan harus di sharing dengan dana dari BOS.
Meskipun alokasi dana yang ada telah dijabarkan harus sesuai dengan  rencana program pada RKAS  , namun banyak kendala di lapangan  yang menyebabkan penggunaan dana ini harus di alihkan. Ini sangat erat kaitannya dengan skala prioritas. Mana kebutuhan yang paling penting dan tidak bisa di tunda itu yang kebanyakan dilakukan. 
Ilustrasinya kalau kita punya rumah ada dana ingin dipakai beli perabotan, lha kalau genting banyak yang pecah dan bocor? Yah terpaksa genting dulu yang harus diperbaiki.
Kesimpulan hasil pemeriksaan.
1. Semua penggunaan dana harus dibuatkan SK kepanitiaan, proposal kegiatan dengan rincian alokasi dana yang diperlukan
2. Kegiatan yang dilaksanakan oleh guru di sekolah tidak boleh diberikan transport tetapi bisa diberikan HR
3. Kepala sekolah membuat patokan besarnya alokasi dana untuk HR dan transport yang dipergunakan untuk kegiatan
4. Buku induk siswa yang lama maupun yang baru harus ditulis secara lengkap, baik itu siswa yang keluar / DO maupun yang keluar karena lulus. Bagi yang lulus No STTB harus dituliskan pada buku induk.
5. Dana untuk pembelian materai harus ada setoran pajak.


0 komentar:

Arsip Blog :