Home | Masuk? Sign In | Daftar? Sign Up | Keluar

Profil SMP Negeri 1 Ngajum

SMP Negeri 1 Ngajum , Alamat Jl. Jatisari 33 Telp.0341-397508 e-mail : ngajumsmpn001@gmail.com, web: www.smpn1ngajum.sch.id"

Selasa, 11 Mei 2010

Lagu Bengawan Solo diklaim milik Belanda

Selasa, 11 Mei 2010
Solo: Indonesia yang kaya budaya kerap membuat iri negara lain. Bukan sekali saja budaya Indonesia diaku-aku negara lain mulai batik, reog Ponorogo, kuda lumping, angklung, bahkan rendang hingga tempe. Kini, Gesang, sang maestro keroncong ikut gigit jari setelah lagu Bengawan Solo ciptaannya diklaim empat warga Belanda.
Saat ditemui SCTV di kediamannya Solo, Jawa Tengah, Selasa (11/5), Gesang tengah dikunjungi sejumlah anak sekolah menengah atas. Para siswa sengaja datang untuk menghibur, Gesang pun diajak kembali ke masa kejayaan keroncong. Usia boleh 92 tahun tapi Gesang masih mampu menyanyikan bait-bait tembang Bengawan Solo.
Sang mastro keroncong memang terhibur, meski gundah masih menggelantung di kepala. Ada ganjalan di hatinya. Lagu Bengawan Solo ternyata didaftarkan oleh empat orang yang mengaku sebagai pencipta tembang legendaris itu. Belanda yang dulu mencoba merebut Tanah Air kini kembali mencoba merebut budaya nusantara.
Kenapa ini semua bisa terjadi?
Di jaman yang serba modern ini, memang gampang sekali mengubah HAKI yang semestinya dimiliki oleh sebuah negara maupun perorangan. 
Apa yang harus dilakukan pencipta dan pemerintah?
Pencipta harus segera mendaftarkan kekayaan / penemuan / hasil karyanya ke pihak terkait yang berwenang ( tanya pada mereka yang tahu saja) Di sinilah masalahnya, lawong saya juga nggak ngerti. Mungkin saja pencipta juga tidak mengerti harus kemana kalau ingin mendaftarkan HAKI tersebut.
Pemerintah harus membuka lebar-lebar bagi pencipta lagu ataupun karya asli Indonesia lainnya. Sehingga pencipta mudah untuk mendaftarkan HAKI nya tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Maslah lain adalah keterbatasan pengetahuan ataupun informasi yang dimiliki pemerintah, apakah HAKI yang didaftarkan tersebut benar-benar karya murni atau hanya jiplakan. Jangan-jangan setelah diberi label kepemilikan, HAKI tersebut sudah didaftarkan oleh orang lain atau bahkan negara lain. 
Bagaimana menurut Anda dengan kejadian seperti ini?

0 komentar:

Arsip Blog :