Home | Masuk? Sign In | Daftar? Sign Up | Keluar

Profil SMP Negeri 1 Ngajum

SMP Negeri 1 Ngajum , Alamat Jl. Jatisari 33 Telp.0341-397508 e-mail : ngajumsmpn001@gmail.com, web: www.smpn1ngajum.sch.id"

Senin, 24 Mei 2010

CERITA DIBALIK TOUR DE BALI

Senin, 24 Mei 2010
Ini adalah sederetan kejadian dalam Tour ke Bali 2010. Jumat 22 Mei 2010
Peserta yang telah terdaftar dalam Tour de Bali telah siap sejak pukul 12.30 WIB di sekitar sekolah. Ada yang di jalan raya dan ada yang menunggu di sekolah. Sambil menunggu 4 bis yang telah disewa oleh travel Arema Express. 3 Bus besar dan 1 bus kecil.Entah bagaimana asal muasalnya, lakok peserta membludak seperti mau menonton Arema. 
Kata panitia sih pada hari Rabu peserta sudah fit. Dengan jumlah peserta masing-masing bus 58 siswa.Dan kalau ditambah pendamping jumlahnya pas. Namun saat pemberangkatan ternyata terjadi peningkatan peserta. Ternyata antar panitia ada selisih angka peserta. Mungkin akibat kurang koordinasi kali ???? Masak ada yang ikut berangkat saat bus juga mau berangkat. Wow luar biasa.. Kayak mau shopping ke pasar Kepanjen saja. Ada mobil, naik dan berangkat.. Yah... gak papalah... nyatanya juga bisa berangkat juga meskipun harus nambah kursi duduk. 
Mungkin.. ini mungkin lho yah?
Sederetan kejadian yang akan saya ceritakan ini adalah runtut dari kejadian-kejadian selanjutnya.

Keberangkatan bis menjadi terlambat karena harus mengatur peserta tambahan. Bus berangkat pukul 15.00 WIB. Padahal biasanya paling lambat kalau dari Kepanjen pukul 14.00 WIB. ini berkaitan dengan makan malam peserta dan penyeberangan. Pada pemberangkatan ini hingga makan malam di RM. Putra Jatim tidak ada masalah karena semua berjalan lancar. Begitu juga dengan penyeberangan menggunakan kapal. Semua bus bisa berada dalam satu kapal hingga sampai di Gilimanuk pukul 02.30 pagi hari.. ya jelas kalau dihitung secara matematik nggak cukuplah waktu untuk sampai di Sanur untuk melihat Sunshet.
Cerita selanjutnya, Bus 1 sudah harus mengganti Ban karena Ban nya gembos. Sehingga bus dua yang saya tumpangi harus ikut menunggu mengganti ban. Dari kejadian ini ternyata merembet juga. Bus Kecil yang mengangkut Bapak Kepala Sekolah dan Guru serta murid yang katanya VIP ternyata juga mengalami kendala. Sehingga tidak bisa sampai Pantai Sanur dan sarapan pagi di Sanur.
Bus yang datang dahulu di Sanur adalah Bus 1 dan Bus 3. Sementara Bus 2 yang saya tumpangi ternyata juga mengalami gangguan yaitu kampas koplingnya katanya kehabisan Olie.. sehingga saat masuk ke daerah Sanur ,Pak Sopir hanya menggunakan kopling 2. Berarti sudah 3 bus yang mengalami kendala.
Akhirnya semua penumpang bus 2 termasuk saya, untuk menuju Hotel B sebagai tempat menginap harus dijemput dengan bus 3. Selanjutnya setelah bus 1,2 dan 3 sampai di hotel dan semua peserta mendapat kunci hotel. Tak lama kemudian bus 4 yang sempat beberapa kali masuk angin juga masuk  lokasi hotel menurunkan penumpang. Semua penumpang memasukkan barang bawaan ke kamar Hotel yang termasuk luas ini.
Dari kejadian-kejadian ini, akhirnya hari pertama ke lokasi wisata jadi terhambat. Baru sekitar pukul 11.30 WIB rombongan berangkat menuju lokasi Tanjung Benoa dengan menggunakan 2 bus besar dan 1 bus kecil. Rombongan bus 2 dicampur dengan rombongan bus yang lain. Kebetulan saat itu Saya, P.Solikan dan P. Desi menunggu di kamar hotel 211 sambil leyeh-leyeh, lawong juga sudah pakai sepatu dan siap berangkat. Saat pak Desi mengabari saya dan P. Sholikan kita ditunggu bus, saya langsung ke Kamar Kecil membasuh muka. Sementara Pak Desi jalan dulu ke lokasi bus, e.e.e ternyata bus sudah berangkat semua. Dan jadilah kita bertiga melanjutkan tidur-tiduran sambil guyonan... " Sak elingku mulai zaman dal sampai lam alif , yho isik iki aku dadi panitia ditinggal gek hotel " katanya Pak Sholikan. " Yo cek iso digawe crito cak" celetukku.
Setelah guyonan panjang lebar dan menunggu telpon katanya mau dijemput, Pak Desi dan P. Sol tertidur di kasur. Pikirku dari pada bosen nunggu temen-temen tidur, saya ambil handycam yang tak bawa mulai dari sekolah sebagai dokumentasi. Pintu tak tutup dan saya keluar, mengarahkan handycam ke kamar-kamar hotel dan alam sekitar hotel itu. Ada yang saya rekam dan ada yang saya foto. Mengetahui saya mengabadikan gambar hotel seorang petugas hotel yang saya kira mau menjemput kami bertiga. Lari menuju saya berdiri di tempat jalanan yang menurun. Nampaknya dia akan melarang saya mengabadikan lokasi hotel itu. Namun belum sempat dia bicara, saya sudah bertanya " Apa sampeyan yang menjemput saya?" orang itu malah bingung. Jadi saya sendiri sebenarnya juga bingung karena ditatap dengan curiga. Karena orang tadi bukan penjemput, ya saya cuek saja. Saya memang berniat untuk keluar menuju  jalan raya, siapa tahu ada orang jual kopi dan makanan pengganjal perut. Karena rasanya perut  sudah menyanyikan lagu keroncong.
Akhirnya penjeput yang diutus oleh travel datang.Jadilah kami bertiga menjadi penumpang VIP karena berangkat ke Tanjung Benua naik AVP. Sesampai di Tanjung Benua semua penumpang sudah siap ke lokasi wisata Ulu Watu. Namun semua harus menunggu kami bertiga makan siang dan menunggu datangnya bus 2 yang telah selesai diperbaiki. Setelah semua siap barulah rombongan berangkat ke Ulu Watu. Setelah dari Ulu Watu rombongan melanjutkan ke Pantai Kuta yang tidak dapat saya ceritakan betapa ramai dan penuh sesaknya saat pergi dan pulang rebutan naik komotra. Akhir semua rombongan masuk hotel jam 20.30 WITA untuk makan malam dan beristirahat.
Kejadian di hotel

Pada saat kembali dari Kuta Ibu Angga dan Ibu Ika guru baru SMP 1 Ngajum masuk kamar hotelnya, ternyata mendapati kamarnya sudah tergenang air sampai di bawah tempat tidur sehingga tas pakaian dan bawaannya  basah semua. Padahal seingatnya sebelum keluar kamar, kran di kamar mandi telah dimatikan. Anehya? Andaikan banjirpun kayaknya gak mungkin lah sampai penuh seperti itu karena lantai kamar lebih tinggi dari pada lantai kamar mandi.
Saya yang berlagak sebagai sie dokumentasi setiap saat menyempatkan diri untuk mengabadikan gambar peserta rombongan saat di lokasi wisata maupun di hotel termasuk saat makan malam. Omong-omong karena saya yang pegang otomatis gambar saya tidak ada di handycam.  Bu Ika menawarkan diri untuk merekam saya yang berdiri di depannya sambil canda tawa. Handycam yang diarahkan ke saya tahu-tahu macet dan saya baca recovery data. Padahal selama ini saya memegang Handycam ini belum pernah kejadian seperti ini.Kok Aneh lagi? Karena tidak berprasangka buruk, keanehan ini ya saya biarkan saja karena besok paginya handycam saya pakai masih bisa lagi.
Pagi hari sebelum menuju Tari barong sebagai tujuan pertama hari ke dua, bus 4 mengalami gembos ban saat berada di depan hotel. Padahal ban itu baru saja diganti semalam oleh kernet bus. Yah, jadilah menuju obyek Tari barong kembali menggunakan 3 bus, penumpang bus 4 harus ganti nunut bus lain. Oalah nasib-nasib.
Yang nasibnya lebih merana lagi adalah saya sebagai pemegang Handycam, saat saya pakai mengabadikan Tari Barong, tahu-tahu handycam macet dan recovery data kembali. Saya coba hidup dan matikan tidak mau. dan tahu-tahu mereset kembali. Sehingga semua data yang ada mulai pemberangkatan, di rumah makan, di penyeberangan dan di hotel yang saya shoot tadi siang habis tak berbekas. Dalam pikiran saya, wah nampaknya hotel ini enggak mau diabadikan. Buktinya saya juga sempat mau dilarang, ternyata sekarang hilang sendiri. Sehingga dokumen yang ada ya sebagian Tari Barong sampai saat pulang saja.
Ringkas cerita, Pulangpun  kok juga ada masalah, bus yang kita tumpangi saat menyeberangpun harus terpisah-pisah, diangkut oleh  3 kapal yang berbeda. Kok ya gak ada yang pokroh(=jawa). Sehingga makanpun tidak bersamaan saat di RM. Grafika.
Lho masih ada cerita lagi, bus 3 yang selama ini aman-aman saja meskipun juga sempat ganti ban karena gembos, ternyata menjadi sad ending. Katanya pak sopir sendiri, kepalanya sudah pusing dan mengantuk seperti sudah nggak kuat untuk menyetir busnya. Bus juga gak bisa jalan normal karena airnya sempat nggebros. Sehingga pak sopir memutuskan untuk menelpon bengkel agar mengirim bus pengganti. Namun saat sampai di POM Bensin Situbondo kok sepertinya berjalan normal-normal saja.Katanya itu juga dialami sopir bus 2. Wah.. kok seperti nya dinunuti ya pikirnya. Cerita pak sopir ini saya dapat saat omong-omong di RM. Jawa Timur saat melaksanakan Shalat Subuh. Akhirnya kamipun melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus yang sama, sementara bus yang disuruh njemput tadi menunggu di Probolinggo. Penumpangpun  tidak perlu pindah bus. Meskipun akhirnya di daerah Purwodadi penumpang bus 3 harus ganti bus pengganti tadi.
Wah rasanya dah payahlah kalau saya cerita kejadian aneh-aneh yang lain, padahal sempat juga saat bus 2 berangkat pada hari kedua  isi bus lakok penuh sekali, sehingga ada yang harus berdiri, padahal kalau dihitung satu-persatu juga pas. Belum lagi , ada kopi yang masih penuh ditinggal jadi tinggal separo. Juga kernet bus yang mencuci kacanya berulang kali dengan sabun katanya dilihat dari dalam masih belum bersih dsb.
Kesimpulannya :
Kebersamaan dan kebulatan hati panitia dalam menjalankan tugas ini harus kompak, sehingga tidak terbawa dalam perjalanan dan di tujuan wisata.
Tempat menginap yang tidak pas karena banyak hal-hal mistis sehingga banyak kejadian yang ganjil.

Dan ini hanyalah cerita, ada kesamaan tempat dan cerita hanyalah kebetulan saja. Saya mohon jika  ada  pihak-pihak yang terganggu dengan cerita ini. Semoga bisa menjadi hiburan bagi pembaca. 
   

 
     

0 komentar:

Arsip Blog :